Alhidayat Dorong Bank Maluku-Malut Tingkatkan PAD

Rudy Sopa Berita 20 November 2025 61 kali Alhidayat Dorong Bank Maluku-Malut Tingkatkan PAD Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo.

MERINDUDPRD.COM, AMBON - Komisi III DPRD Provinsi Maluku menekan Bank Maluku-Maluku Utara (Malut), untuk meningkatkan kontribusi keuangan bagi daerah pada tahun 2025. 

Langkah ini diambil, sebagai upaya untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan mengurangi ketergantungan pada hibah.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo kepada wartawan, di Ambon, Kamis (20/11/2025) menegaskan, bahwa kinerja Bank Maluku-Malut harus lebih agresif dalam menghasilkan pendapatan. 

"Kami menargetkan Bank Maluku-Malut, untuk tidak hanya meningkatkan dividen, tetapi juga memperluas sistem penarikan retribusi secara elektronik," ujarnya.

Alhidayat menjelaskan, realisasi dividen Bank Maluku-Malut tahun ini mencapai sekitar Rp51 miliar. Komisi III kemudian menaikkan target dividen tahun depan menjadi 20 persen lebih tinggi dari realisasi tahun 2024. 

"DPRD Provinsi Maluku, khususnya Komisi III, memberikan target agar realisasi dividen Bank Maluku-Malut tahun depan naik 20 persen dari realisasi tahun ini," tambahnya.

Selain dividen, kata Wajo, Komisi III juga menetapkan target kontribusi pendapatan Bank Maluku-Malut, dalam dokumen resmi. Jika tahun ini penetapannya di angka Rp500 miliar, maka tahun depan targetnya dinaikkan menjadi Rp750 miliar. 

"Bank Maluku-Malut harus memberikan kontribusi kepada daerah, dalam bentuk pendapatan asli daerah yang signifikan," tegas Alhidayat.

Dalam upaya memperbaiki tata kelola, Alhidayat juga menekankan, bahwa Bank Maluku-Malut harus melunasi utang.

Menurutnya, BUMD tidak boleh lagi bergantung pada hibah daerah, dan wajib mampu berdiri secara mandiri.

Dia juga mendorong penggunaan sistem elektronik dalam penarikan retribusi, seperti untuk parkir, agar pendapatan lebih transparan dan meningkat. 

Selain itu, sistem penarikan pendapatan tidak boleh hanya terpusat di UPTD kota atau kabupaten, tetapi harus diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa, untuk meningkatkan PAD.

"Dengan sistem elektronik, kita bisa meminimalisir kebocoran, dan meningkatkan efisiensi penarikan retribusi. Ini akan berdampak positif pada PAD kita," jelas Wajo.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, bahwa dalam satu bulan terakhir, kebijakan relaksasi pajak telah meningkatkan pendapatan sekitar Rp4 miliar. 

Ia berharap hingga Desember, capaian pendapatan bisa memenuhi target yang ditetapkan. 

"Harapannya, sampai dengan Desember, capaian pendapatan bisa melampaui target, yang telah ditetapkan," ujarnya.

Rencana kerjasama baru juga harus disiapkan untuk tahun 2026, termasuk pengembangan sistem penarikan pendapatan yang lebih merata, di seluruh wilayah Maluku. 

"Kami akan terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan PAD Maluku, dan Bank Maluku-Malut memiliki peran penting dalam hal ini," tandas Alhidayat.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin