Alhidayat Minta RSUD Masohi Tangani Dugaan Malpraktek

Rudy Sopa Berita 08 Januari 2026 27 kali Alhidayat Minta RSUD Masohi Tangani Dugaan Malpraktek Anggota DPRD Provinsi Maluku dari dapil Kabupaten Maluku Tengah, Alhidayat Wajo.

MERINDUDPRD.COM, AMBON - Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Maluku Tengah, Alhidayat Wajo mendesak RSUD Masohi, untuk segera mengambil langkah tegas dalam menangani dugaan malpraktek medis yang tengah menjadi sorotan. 

Ia menegaskan, bahwa manajemen rumah sakit harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, dan proses penanganan pasien untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Menurutnya, dugaan pelanggaran standar pelayanan medis di RSUD Masohi bukan merupakan kasus baru, melainkan telah menjadi perhatian masyarakat selama beberapa waktu terakhir.

"Kita tidak bisa menganggap remeh masalah ini. Keluhan dari masyarakat, terkait pelayanan di RSUD Masohi sudah datang berkali-kali, dan kini muncul dugaan malpraktek, yang harus segera mendapatkan perhatian serius. Manajemen rumah sakit wajib melakukan perbaikan menyeluruh," tegas Wajo kepada wartawan, di Ambon, Kamis (8/1/2026). 

Selain mengevaluasi sistem, Wajo juga meminta, agar setiap keluhan yang masuk dari masyarakat segera ditindaklanjuti dengan proses yang profesional dan transparan. 

Ia menilai, bahwa tanggapan yang lamban atau tidak jelas akan semakin memperbesar keraguan publik terhadap kualitas pelayanan kesehatan, di Kabupaten Maluku Tengah.

"Setiap keluhan dari warga harus menjadi prioritas. Kita harus memastikan, bahwa mereka mendapatkan jawaban yang jelas dan penanganan yang tepat. Bahkan, jika nantinya dugaan malpraktek tidak terbukti, proses penanganan keluhan ini akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa mereka tidak dibiarkan sendiri," ujarnya.

Wajo juga mengungkapkan kekhawatirannya, terkait kelengkapan rekam medis pasien yang menjadi pusat permasalahan. 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, seorang pasien telah menjalani prosedur pencabutan gigi pada tanggal 2 September lalu. 

Namun tidak lama setelahnya, tepat tiga hari kemudian, pasien kembali datang ke rumah sakit dengan keluhan pendarahan yang muncul dari telinga, dan kondisi ini tidak tercatat secara lengkap dalam catatan medis resmi.

"Kronologi medis yang tidak utuh seperti ini menjadi sumber kebingungan, dan kecurigaan. Setiap perubahan kondisi pasien, terutama yang terjadi setelah tindakan medis, harus dicatat dengan jelas agar dapat diikuti perkembangannya, dan memberikan gambaran lengkap tentang penanganan yang diberikan," kata Wajo.

Ia menambahkan, terputusnya informasi dalam rekam medis tidak hanya mempersulit evaluasi medis, tetapi juga dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. 

Oleh karena itu, pihak RSUD Masohi diharapkan segera memberikan klarifikasi terbuka terkait dengan kasus tersebut.

"Kita membutuhkan penjelasan yang transparan, mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada pasien tersebut. Mengapa kondisi setelah pencabutan gigi tidak tercatat? Bagaimana proses penanganan yang diberikan saat pasien kembali dengan keluhan pendarahan? Semua ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak muncul spekulasi yang tidak perlu," tandasnya.

Wajo juga mengatakan, pihak DPRD Maluku siap memberikan pengawasan dan dukungan untuk membantu RSUD Masohi melakukan perbaikan sistem. 

Ia berharap, dengan langkah yang tepat, kualitas pelayanan di rumah sakit tersebut dapat meningkat, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin