Fauzan: Keluhan Masyarakat di Malra Akan Diwujudkan Lewat Pokir

Rudy Sopa Berita 12 Januari 2026 17 kali Fauzan: Keluhan Masyarakat di Malra Akan Diwujudkan Lewat Pokir Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin.

MERINDUDPRD.COM, AMBON - Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin telah menyelesaikan serangkaian kegiatan reses, di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), dengan fokus utama mengumpulkan dan mendengarkan aspirasi masyarakat terkait pengembangan sektor ekonomi dan pembangunan infrastruktur di kawasan kepulauan. 

Kegiatan reses yang berlangsung beberapa hari terakhir ini menjadi wadah penting, untuk menyuarakan kebutuhan daerah yang seringkali terpinggirkan.

"Saat melakukan kunjungan lapangan di Desa Taar, Kota Tual, saya mendengar langsung harapan warga mengenai pengoptimalan potensi pariwisata yang ada," kata dia kepada wartawan, di Ambon, Senin (12/1/2026). 

Menurutnya, wilayah yang terletak di Kepulauan Kei ini memiliki keindahan alam yang belum banyak dikenal masyarakat luas, seperti pantai berpasir putih, terumbu karang yang masih alami, serta keanekaragaman hayati laut yang melimpah. 

Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan destinasi wisata ini, agar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah. 

“Selain sektor perikanan yang sudah menjadi andalan, pariwisata memiliki peluang besar, untuk menggerakkan ekonomi lokal. Namun untuk itu, infrastruktur pendukung seperti jalan akses, tempat parkir, dan fasilitas umum harus segera diperbaiki dan diperluas,” papar Fauzan. 

Perhatian juga diberikan pada wilayah Kecamatan Tayando Tam, yang dikenal sebagai daerah rawan bencana alam, akibat abrasi pantai dan badai tropis. 

Masyarakat setempat mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi pemukiman yang semakin terancam serta kerusakan lahan pertanian akibat intrusi air laut. 

Mereka mengajukan permintaan mendesak, untuk pembangunan infrastruktur mitigasi bencana, termasuk talut penahan ombak, bendungan kecil untuk mengendalikan aliran air, serta sarana pemantauan kondisi cuaca dan gelombang. 

“Kondisi geografis Tayando Tam memang membuat wilayah ini sangat rentan. Kita perlu mengambil langkah konkret, untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat di sana,” ujar dia. 

Selain isu pariwisata dan kebencanaan, kata Fauzan, sejumlah kelompok masyarakat di berbagai wilayah Pulau Kei, juga menyampaikan kebutuhan akan penyelesaian pembangunan rumah ibadah, yang telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir. 

Fauzan menegaskan, bahwa hal ini bukan menjadi tanggung jawab satu orang saja, melainkan menjadi komitmen bersama seluruh anggota DPRD Provinsi Maluku yang berasal dari dapil yang sama.

“Pembangunan rumah ibadah merupakan bagian penting dari kehidupan beragama, dan sosial masyarakat kita. Oleh karena itu, kita akan mengangkatnya sebagai prioritas bersama, dan mencari solusi untuk menyelesaikannya,” tegasnya.

Menurut rencana, seluruh aspirasi yang telah dikumpulkan akan diformulasikan ke dalam program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Provinsi Maluku untuk periode tahun depan. 

"Saya memastikan, bahwa fokus utama akan diberikan pada penyelesaian pembangunan rumah ibadah, penguatan infrastruktur umum, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta pembangunan sistem mitigasi bencana di seluruh wilayah kepulauan Malra," tandas Fauzan


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin