Johan Minta Perketat Pengawasan Harga dan Distribusi Jelang Hari Raya

Rudy Sopa Berita 05 Maret 2026 6 kali Johan Minta Perketat Pengawasan Harga dan Distribusi Jelang Hari Raya Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa. Foto-Rudy

MERINDUDPRD.COM, AMBON - Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Lewerissa meminta pemerintah, untuk meningkatkan kesiapan dalam mengantisipasi kebutuhan masyarakat jelang hari besar keagamaan. 

Hal ini disampaikannya kepada wartawan di Ambon, Kamis (5/3/2026), setelah mengikuti rapat koordinasi tentang persiapan menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat.
 
Menurutnya, setiap menjelang hari besar seperti Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri, pemerintah bersama pemangku kepentingan harus melakukan koordinasi intensif, untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.
 
"Tiga sektor utama yang harus menjadi fokus adalah, ketersediaan bahan pokok, pasokan bahan bakar, dan kelancaran transportasi. Ketiga hal ini sangat krusial, karena biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya arus mudik dan mobilitas menjelang perayaan," ujar Johan.
 
Ia menambahkan, bahwa peningkatan daya beli masyarakat jelang hari raya berpotensi memicu kenaikan harga. 

Oleh karena itu, pemerintah diminta memperkuat pengawasan, agar harga barang kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat.
 
Sebagai langkah konkret, Johan meminta agar operasi pasar segera dilakukan mulai pekan depan pada berbagai titik strategis, di Provinsi Maluku. 

"Operasi pasar akan dilakukan di pasar tradisional utama seperti Pasar Mardika, Pasar Waiheru, serta di beberapa Kabupaten seperti Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kepulauan Aru," jelasnya.
 
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah akan menyuplai berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging sapi, dan ikan segar. 

Jumlah persediaan yang disiapkan mencapai puluhan ton untuk setiap komoditas, dengan target dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama 45 hari menjelang dan selama hari raya.
 
"Kita juga akan membuka titik operasi pasar tambahan di daerah-daerah terpencil, yang biasanya mengalami kesulitan akses barang dan kenaikan harga yang lebih tinggi. Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan pendataan secara berkala, untuk memastikan ketersediaan dan harga yang konsisten," tambahnya.
 
Pengawasan juga penting untuk mencegah pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi, dengan melakukan penimbunan barang atau menyebarkan isu keterlambatan pasokan, yang dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga.
 
"Seluruh pihak dalam TPID harus bergerak aktif. Pengendalian harga tidak bisa diserahkan kepada satu dinas saja, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan termasuk instansi pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait," tegas Johan.
 
Selain stabilitas harga dan pasokan barang, pemerintah juga diharapkan mempersiapkan antisipasi terkait arus mudik dan balik, meliputi pengaturan transportasi, pengamanan jalur, serta pelayanan bagi masyarakat yang bepergian.
 
"Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, serta pelaksanaan operasi pasar yang terencana dengan baik, diharapkan perayaan hari raya dapat berlangsung aman, lancar, dan tanpa gejolak harga di pasaran," harap Johan.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin