Komisi IV Dorong Penambahan Anggaran SMA Siwalima pada APBD 2026
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tuanakotta/Tethool.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tuanakotta/Tethool mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, untuk menambah alokasi anggaran operasional SMA Siwalima Ambon pada APBD 2026.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp6,5 miliar yang saat ini dialokasikan untuk kebutuhan makan dan minum siswa belum memadai, untuk menopang operasional sekolah berasrama tersebut, terutama seiring bertambahnya jumlah peserta didik dalam Program Garuda Transformasi.
"Untuk saat ini, jumlah siswa di sekolah itu sudah mencapai 470 orang, mulai dari kelas X hingga kelas XII. Karena itu, dibutuhkan dukungan dana dari berbagai pemangku kepentingan, untuk tahun anggaran 2026," ujar Saudah, saat dihubungi dari Ambon, Senin (20/7/2026).
Menurut Saudah, kebutuhan pembiayaan SMA Siwalima semakin meningkat, setelah sekolah tersebut ditetapkan sebagai bagian dari Program Garuda Transformasi, yang menempatkannya sebagai salah satu sekolah unggulan nasional.
Ia menjelaskan, konsep pendidikan berasrama yang diterapkan membuat kebutuhan operasional sekolah jauh lebih besar dibandingkan sekolah reguler.
Seluruh kebutuhan dasar siswa, mulai dari konsumsi hingga pembinaan sehari-hari, harus dipenuhi secara berkelanjutan.
"SMA Siwalima yang memiliki asrama ini memiliki peran strategis, dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, termasuk membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas terbaik di dunia," ujarnya.
Saudah mengungkapkan, Komisi IV telah menggelar pembahasan bersama sejumlah pihak terkait, guna mencari solusi atas kebutuhan pembiayaan sekolah, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi siswa yang tinggal di asrama.
Menurutnya, dengan bertambahnya jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru, beban anggaran operasional juga akan meningkat, sehingga perlu diantisipasi sejak tahap penyusunan APBD 2026.
"Anggaran pemerintah daerah belum mencukupi, untuk menanggung seluruh kebutuhan makan pagi, siang, dan malam bagi 470 siswa yang tinggal di asrama. Jadi, masih dibutuhkan dukungan tambahan, agar pelayanan kepada seluruh siswa tetap optimal," tegas Saudah.
Ia berharap, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun skema pembiayaan yang lebih memadai, agar pengembangan SMA Siwalima, sebagai sekolah unggulan nasional tidak terkendala persoalan anggaran.
Selain kebutuhan operasional, Saudah juga menilai peningkatan fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian. Dukungan sarana dan prasarana yang memadai akan memperkuat kualitas pembelajaran.
"Sekaligus menjaga posisi SMA Siwalima, sebagai sekolah unggulan di Maluku, yang mampu mencetak lulusan berdaya saing hingga tingkat internasional," tutup Saudah.
Berikan Komentar
