Lewerissa Soroti Keterbatasan Sarana Melaut Nelayan di Dusun Seri

Rudy Sopa Berita 09 September 2026 4 kali Lewerissa Soroti Keterbatasan Sarana Melaut Nelayan di Dusun Seri Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa, saat menjalankan agenda reses masa sidang III tahun 2026, di Dusun Seri, Minggu (6/9/2026).

MERINDUDPRD.COM, AMBON - Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa menaruh perhatian terhadap keterbatasan sarana melaut, yang dialami nelayan Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. 

"Kebutuhan mesin perahu dan jaring akan menjadi bagian dari aspirasi, yang akan diperjuangkan kepada pemerintah," tegas Lewerissa, saat dihubungi dari Ambon, Rabu (9/9/2026). 

Lewerissa mengatakan, kondisi nelayan Dusun Seri yang masih menghadapi keterbatasan sarana produksi perlu mendapat perhatian, karena sebagian besar masyarakat setempat menggantungkan pendapatan dari sektor perikanan.

"Aspirasi tersebut disampaikan warga saat saya melaksanakan kegiatan reses masa sidang III tahun 2026 di Dusun Seri, Minggu (6/9/2026) kemarin," kata Lewerissa. 

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan, bahwa banyak perahu nelayan kini tidak dapat digunakan secara optimal, karena mesin mengalami kerusakan. 

Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan terpaksa bergabung dengan nelayan lainnya, untuk melaut menggunakan satu perahu.

Situasi itu dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan, karena hasil tangkapan harus dibagi dengan lebih banyak orang. Selain mesin, warga juga membutuhkan jaring serta berbagai perlengkapan penangkapan ikan lainnya.

Lewerissa mengatakan, keterbatasan sarana produksi tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat, untuk mempertahankan mata pencaharian.

“Peluang untuk mendapatkan bantuan masih terbuka lebar, baik melalui program pemerintah provinsi maupun kerja sama dengan pemerintah kota,” ucap Lewerissa.

Ia menegaskan, bentuk dukungan pemerintah tidak semestinya hanya difokuskan pada badan perahu. 

Menurutnya, mesin, jaring dan perlengkapan penangkapan ikan juga merupakan bagian penting, yang menentukan kemampuan nelayan untuk kembali melaut.

“Bantuan tidak hanya untuk badan perahu saja, tetapi juga kebutuhan mesin, jaring, dan perlengkapan lain yang menunjang mata pencaharian,” tegas dia.

Lewerissa menyebut, peluang memperoleh bantuan tetap terbuka selama masyarakat masih menjalankan aktivitas sebagai nelayan, dan memiliki komitmen untuk terus berusaha.

“Selama masih berprofesi sebagai nelayan dan ingin terus berusaha, hak dan kesempatan ini tetap ada,” sebut dia.

Selain persoalan nelayan, Lewerissa juga mencatat keluhan warga, terkait kondisi jalan yang belum diaspal meskipun proses pembebasan lahannya telah berlangsung cukup lama. 

Persoalan penerangan jalan yang sering mengalami gangguan juga menjadi perhatian, karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

Menurut Lewerissa, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pemerintah, dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan. 

Saat ini, kemampuan anggaran pembangunan disebut baru berada pada kisaran 20 hingga 30 persen, dibandingkan kebutuhan yang ada.

“Kalau kebutuhan pembangunan sangat besar sementara kemampuan anggaran terbatas, maka harus ada skala prioritas. Aspirasi masyarakat tetap kami catat, dan akan terus kami perjuangkan,” jelasnya.

Ia menilai, persoalan penerangan jalan juga tidak boleh diabaikan, karena kondisi jalan yang gelap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau lampu jalan sering mati, tentu sangat berbahaya bagi masyarakat. Ini berkaitan dengan keselamatan, dan harus mendapat perhatian,” katanya.

Lewerissa memastikan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Dusun Seri akan menjadi bagian dari bahan perjuangan DPRD, untuk dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai kewenangan, dan kemampuan anggaran.

“Seluruh keluhan ini sudah kami catat. Kami akan terus mengawal, dan memperjuangkan penyelesaiannya demi kenyamanan, serta keselamatan masyarakat,” tandas Lewerissa.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin