Nita Bin Umar Soroti Peran Pembinaan Talenta Muda
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar.
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Kegiatan audisi Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) 2026 tingkat kecamatan, yang diselenggarakan di Ambon mendapatkan apresiasi dari DPRD Provinsi Maluku.
Kegiatan ini dinilai efektif dalam menjaring, sekaligus membina generasi muda yang memiliki bakat di bidang seni musik religi.
Anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kota Ambon, Nita Bin Umar menilai, pelaksanaan audisi LASQI tahun 2026 telah membuka ruang yang luas bagi anak muda, untuk menampilkan kemampuan dan potensi mereka dalam seni qasidah.
Sebagai Wakil Ketua Komisi II, sekaligus pembina LASQI, Nita turut hadir dan menyaksikan langsung proses seleksi yang berlangsung di Kecamatan Sirimau dan Kecamatan Nusaniwe, yang berlangsung di Ambon Plaza, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Nita, pola seleksi yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat kecamatan merupakan cara yang tepat, sehingga proses penjaringan bakat dapat berjalan secara lebih merata, dan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk ikut serta.
“Dengan sistem seperti ini, kita bisa menjangkau lebih banyak calon peserta. Anak-anak muda yang sebelumnya belum memiliki kesempatan untuk tampil di hadapan umum, kini mendapatkan ruang untuk memperlihatkan kemampuan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai ajang persaingan semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang berlangsung secara terus-menerus bagi generasi muda.
“Kita harus melihat LASQI ini, sebagai sebuah proses pembinaan. Melalui kegiatan ini, kita menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap seni bernuansa religi,” katanya.
Nita juga menekankan peran penting kegiatan ini, dalam memperkuat jati diri Ambon, sebagai kota yang dikenal memiliki kekayaan dan potensi di bidang seni musik.
“Ambon telah dikenal luas sebagai Kota Musik. Melalui ajang seperti ini, kita menunjukkan bahwa kekayaan seni musik yang kita miliki juga tercermin, dalam karya musik yang bernapaskan nilai-nilai religi,” jelasnya.
Mengenai kualitas proses penilaian, ia menyampaikan penghargaannya, atas keterlibatan para dewan juri yang dinilai memiliki keahlian dan pengalaman yang memadai.
“Para juri yang dilibatkan memiliki kemampuan yang sesuai dengan tugasnya serta riwayat perjalanan karir yang jelas. Hal ini sangat penting, agar hasil dari proses seleksi dapat diperoleh secara adil, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Antusiasme yang tinggi dari para peserta juga menjadi pertanda baik, yang menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap seni qasidah masih tetap terjaga dengan baik.
“Banyaknya peserta yang ikut serta membuktikan, bahwa wadah-wadah seperti LASQI memang sangat dibutuhkan. Selanjutnya, tugas kita adalah memastikan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambah Nita.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat diselenggarakan di seluruh wilayah di Provinsi Maluku, sehingga upaya pembinaan seni dan budaya tidak hanya berpusat di satu daerah saja.
“Kita ingin, agar setiap daerah memiliki kesempatan yang sama, untuk mengembangkan potensi yang ada. Jika proses pembinaan ini berjalan secara merata, saya yakin Provinsi Maluku akan melahirkan banyak talenta, yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, rangkaian audisi LASQI di Kota Ambon akan terus berlanjut di kecamatan-kecamatan lainnya, sebelum memasuki tahap seleksi tingkat kota yang menjadi gerbang menuju ajang di tingkat provinsi hingga nasional.
Berikan Komentar
