Rimaniar Soroti Masalah Air Bersih di Gunung Nona

Rudy Sopa Berita 21 Desember 2025 137 kali Rimaniar Soroti Masalah Air Bersih di Gunung Nona Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rimaniar J. Hetharia, saat menggelar reses bersama warga RT 07 dan RT 08/RW 07 di Kawasan Gunung Nona, Sabtu (20/12/2025).

MERINDUDPRD.COM, AMBON - Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rimaniar J. Hetharia menyoroti masalah air bersih dan penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. 

Ia mengaku, masalah air bersih sangat urgent, dan memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. 

"Semoga segera ada langkah nyata, baik pembangunan maupun pencarian sumber air baru," ujarnya, saat dihubungi dari Ambon, Minggu (21/12/2025). 

Ia berharap, pemerintah segera melakukan survei di lokasi rawan bencana, dan merencanakan infrastruktur penanggulangan banjir serta longsor.

"Dengan itu, saya bertekad akan terus memperjuangkan kebutuhan warga Gunung Nona di forum DPRD Provinsi Maluku," janji Rimaniar. 

Rimaniar juga menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat, untuk mengusulkan dan mengawal setiap aspirasi yang disampaikan. 

Sebelumnya Rimaniar telah menggelar reses bersama warga RT 07 dan RT 08/RW 07 di Kawasan Gunung Nona, Sabtu (20/12/2025). 

Dalam reses tersebut, Rimaniar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan selama pemilihan umum, yang membuatnya dapat mewakili rakyat di lembaga legislatif provinsi.

Menurut Rimaniar, tujuan utama reses ini adalah, untuk berinteraksi langsung dengan warga, mendengar aspirasi mereka secara langsung, dan mengidentifikasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi di kawasan tersebut. 

Tak sedikit warga yang datang menyampaikan permasalahan yang sudah menjadi beban lama.Isu paling mendesak yang muncul adalah pasokan air bersih, yang telah menjadi masalah kronis di Gunung Nona karena kurangnya sumber air yang memadai. 

Selain itu, para pedagang kecil mengajukan permohonan bantuan modal untuk mengembangkan usaha mereka. 

Warga juga mengeluhkan seringnya terjadinya banjir dan longsor akibat hujan deras, sehingga membutuhkan pembangunan talud penahan tanah dan drainase yang memadai.

Beberapa lainnya menyampaikan kondisi rumah yang tidak layak huni, serta kebutuhan fasilitas septic tank, untuk mendukung usaha peternakan, yang dijalankan sebagian besar warga.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin