Stok Pangan Bulog Aman untuk 2026, Komisi II Dorong Penyerapan Hasil Panen Petani
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian. Foto-Rudy
MERINDUDPRD.COM, AMBON - Stok beras dan pangan Bulog untuk tahun 2026 tercatat aman dan mencukupi. Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian, setelah rapat bersama Bulog, Kamis (15/1/2026), dengan menekankan pentingnya menyerap hasil panen lokal untuk mendukung petani di Provinsi Maluku.
Menurut Ary, kinerja Bulog pada tahun 2025 patut diapresiasi karena berhasil mencapai target hingga 136 persen. Untuk itu, Komisi II berharap, Bulog tetap eksis dan berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan di Maluku.
"Yang menjadi persoalan utama adalah, hasil panen masyarakat. Kami berharap, Bulog dapat mengambil hasil panen tersebut dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, dan hal ini telah dilakukan," ujarnya.
Sinergi kerja antara Bulog dengan pemangku kebijakan daerah menjadi kunci untuk mencapai visi misi Gubernur Maluku, terkait suasana pangan yang kondusif.
Ary menekankan, bahwa Bulog tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu koordinasi erat dengan berbagai lini terkait, seperti Dinas Pertanian dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
"Siapapun pimpinan Bulognya, dari suku manapun, dia adalah bagian dari orang Maluku yang dipercayakan pemerintah pusat untuk membangun daerah," katanya.
Ia berharap, pimpinan Bulog dapat menjalankan tugasnya demi mewujudkan visi misi Presiden hingga Gubernur, sehingga masyarakat Maluku tidak lagi mengalami kemiskinan ekstrem.
Dia menyebut, data statistik menunjukkan bahwa ketidakmampuan mengkonsumsi beras merupakan salah satu indikator kemiskinan ekstrem.
"Dilansir dari data sementara BPS Provinsi Maluku, luas panen padi di Maluku pada Januari-November 2025 mencapai 22.466 hektar, dengan hasil panen 115.397 kwintal, atau produktivitas rata-rata 5,1 ton per hektar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 3,8 ton per hektar," kata Sahertian.
Menurutnya, peningkatan ini didukung oleh pengolahan lahan yang baik, penggunaan benih unggul, pendampingan penyuluh, dan alat panen modern.
Meskipun terdapat beberapa wilayah yang menghadapi kendala transportasi dan kondisi cuaca ekstrem, Bulog telah berupaya semaksimal mungkin, untuk menangani distribusi pangan.
Selain itu, komisi juga mendorong pembangunan infrastruktur logistik seperti gudang di daerah terpencil untuk mengantisipasi gangguan distribusi di masa depan, mengacu pada upaya serupa yang dilakukan di Maluku Utara, untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah.
"Kita harus bersama-sama bergandengan tangan membangun Maluku, agar visi misi terkait ketahanan dan swasembada pangan dapat tercapai, dan masyarakat tidak lagi melarat," tandas Ary.
